Sabtu, 12 Maret 2011

ADVERBIAL CLAUSE



ADVERBIAL CLAUSE


An adverbial clause is a clause that functions as an adverb. In other words, it contains a subject (explicit or implied) and a predicate, and it modifies a verb.
kind of Adverbial Clause:
1. Clause of Time
These clauses are used to say when something happens by referring to a period of time or to another event. Kind of conjunction after, before, while, as,etc.
Exemple:
·         Shut the window before you go out.
·         She mother died when she was young.
·         While he was walking to office, he saw an accident.

2. Clause of Place
These clauses are used to talk about the location or position of something. Kind of conjunction where, nowhere, anywhere, wherever, etc.
Exemple:
·         I school wherever I get a scholarship
·         Where there is a will, there is a way.
·         He said he was happy where he was.

3. Clause of Contrast (or Concession)
Clause which shows the contradiction between the two incidents or events that are interconnected. Kind of conjunction although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, etc.
    Exemple
·         As the time you were sleeping, we were working hard.
·         Although it is late, we'll stay a little longer.
·         She is very friendly, even if he is a clever student.

4. Clause of Manner
These clauses are used to talk about someone's behaviour or the way something is done. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, etc.
Exemple:
·         He did as I told him.
·         You may finish it how you like.
·         I was never allowed to do things the way I wanted to do them.

5. Clause of Purpose and Result
These clauses are used to indicate the purpose of an action and These clauses are used to indicate the result of something. Kind of conjunction (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, etc.
Exemple:
·         My suitcase had become so damaged on the journey home that the lid would not stay closed.
·         He is saving his money so that he may take a long vacation.
·         I am working night and day in the hope that I can finish this book soon.

6. Clause of Cause and Effect
Clause showing the relationship of cause and effect. There are several patterns to form this type Clause.
Exemple:
·         The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.
·         I had so few job offers that it wasn't difficult to select one.
·          He has invested so much money in the project that he cannot abandon it now.
·         It was such an interesting book that he couldn't put it down. Or, It was so interesting a book that he couldn't put it down.
·         They are such beautiful pictures that everybody will want one.

7. Clause of Condition
These clauses are used to talk about a possible situation and its consequences. Kind of conjunctions if, even if, unless, in the even that, or in even that, in case, provided (that), providing (that), on condition that, if only, suppose (that), supposing (that), etc.
Exemple:
·         If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
·         She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.
·         In case a robbery occurs in the hotel, the management must be notified at once.
·         If they lose weight during an illness, they soon regain it afterwards.

8. Clauses of Exclamation
Exclamations are used to express anger, fear, shock, surprise etc. They always take an exclamation mark. Kind of conjunctions what a(an), how, such, so, etc.
Exemple:
·         What horrible news!
·         How fast she types!
·         You lucky man!


Kamis, 17 Februari 2011

Perkembanagn Teori Ekonomi Makro


PEMAHAMAN TEORI EKONOMI MAKRO

Ekonomi Makro
Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.
Teori ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang relatif tidak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia terbatas, dan mempunyai beberapa alternatif penggunaan. Terbatasnya sumber daya yang ada, padahal kebutuhan manusia untuk berbagai hal tidak terbatas, menyebabkan perlunya manusia mempelajari ilmu ekonomi.
Ilmu ekonomi adalah sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan. Terbatasnya sumber daya membuat manusia harus melakukan pilihan dari berbagai kemungkinan yang ada. Pilihan yang diambil adalah pilihan yang memberikan keuntungan paling besar. Sehubungan dengan hal ini, ilmu ekonomi dapat pula diartikan sebagai ilmu yang mempelajari berbagai pilihan dan pengambilan keputusan atas pilihan-pilihan yang ada dalam kondisi yang terbatas.
Ilmu ekonomi makro hanya membahas variabel-variabel yang berhubungan dengan gejala-gejala perekonomian secara keseluruhan, secara totalitas, atau gejala umum, bukan perilaku dari pelaku ekonomi secara individual. Secara umum terdapat beberapa variabel yang menjadi isu utama ekonomi makro, yaitu antara lain:
1) Output Agregat adalah jumlah nilai seluruh output barang dan jasa yang diproduksi pada suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu. Output agregat menggambarkan kekayaan suatu Negara dalam jangka waktu tertentu.
2) Pertumbuhan ekonomi berasal dari nilai laju pertumbuhan GDP. Pertumbuhan ekonomi yang positif menandakan perekonomian dalam keadaan ekspansif, sedangkan pertumbuhan ekonomi yang negatif menandakan perekonomian dalam keadaan resesi.
3) Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang yang bersifat kontinyu dan terus menerus, mempengaruhi individu-individu, bisnis, dan pemerintah.
4) Pengangguran adalah kondisi dimana seseorang tidak bekerja, padahal ia masuk kedalam angkatan kerja dan memang mencari pekerjaan. Seseorang baru dikatakan menganggur bila ia ingin bekerja dan telah berusaha mencari kerja, namun tidak mendapatkannya.

Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pertumbuhan ekonomi (economic growth); adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional[1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Faktor
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi:
1.      Faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.
2.      Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).
3.      Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.
4.      Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
5.      Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.

http://www.id.wikipedia.org/wiki/ekonomi_makro
Sumber: 1) Rus’an Nasrudin & Husnul Rizal; 2) Dr. Soeratno, M.Ec
http://www.id.wikipedia.org/wiki/pertumbuhan_ekonomi
PERANAN PEMERINTAH

            Di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Fungsi negara  adalah :
a.       Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
b.      Memajukan kesejahteraan umum
c.       Mencerdaskan kehidupan bangsa
d.      Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Tugas tersebut hanya dapat berjalan baik apabila tersedia alat penunjang untuk melaksanakannya. Alat penunjang yang paling penting tentunya adalah masalah dana. Akan tetapi dana yang tersedia harus mencapai bermacam-macam tujuan, maka tugas pemerintah adalah mengoptimalkan penggunaan dana itu sesuai dengan kaidah efektivitas dan efisiensi, ketersediaan dana  dan penggunaan pemerintah dapat dilihat dalam APBN. Setiap APBN selalu tersedia  dari dua bagian, yaitu bagian peneriamaan dan bagiaan pengeluaran.
Pada ekonomi kalsik, peranan pemerintah adalah sangat kecil. Sesuai dengan prinsip bahwa mengatur jalannya roda perekonomian adalah mekanisme harga, maka campur tangan pemerintah diusahakan  seminimal mungkin.  Tetapi pada ekonomi dewasa ini peran pemerintah hampir di semua negara sangatlah penting, walaupun perananya memang berbeda dari satu negara ke negara yang lain. Karena alasan campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi mempunyai dasar yang berlain-lainnan, sukar sekali  sekali merumuskan peran negara dalam perekonomian, tetapi secara garis besar campur tangan pemerintah mengambil bentuk :
1.      menyediakan barang dan jasa yang tidak dapat disediakan oleh pihak swasta, jadi barang publik, seperti :

·         raasa aman (pertahanan – keamanan)
·         rasa tentram (ketertiban umum dan ketertiban msyarakat)
·         rasa senang karena berbagai kemudahan dapat disediakan, antara lain jalan, listrik dan air.

2.      Memberikan eksternalitas, yaitu faedah sampingan yang dapat diperoleh sebagai akibat proses produksi maupun konsumsi, seperti :

·         Imunisasi
·         Pemasangan lampu jalanan
·         Pemeriksaan kesehatan
·         Kemudahan biaya pendidikan

3.      Mendorong penggunaan barang-barang yang berguna dan menghambat atau melarang penggunaan barang-barang yang dapat merusak, seperti :

·         Obat-obatan
·         Ganja dan madat
·         Minuman keras
·         Rokok
·         Wajib belajar
·         Keluarga berencana

4.      Menciptakan kesejahteraan bersama dengan jalan menolong mereka yang lemah, jompo, miskin, menderita dan cacat.
5.      Mengendalikan jalannya roda perekonomian demi terciptanya iklim usaha yang baik, stabil, kondusif bagi pengembangan ekonomi yang diinginkan.
6.      Mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan diberbagai wilayah agar keseimbangan diberbagai kawasan tidak terjadi, yang pada gilirannya juga mendorong pemerataan kesejahteraan.
7.      Mendorong berkembangnya sektor riil (perdagangan, pertanian, industri dan jasa) dengan cara adil. Pemerintah tidak boleh memberikan hak istimewa (monopoli) dalam bentuk apappun (monopoli bahan baku, produksi, pasar, dan perdagangan atau proteksi) kepada pihak tertentu yang kebetulan dekat dengan penguasa. Seluruh rakyat memiliki hak  yang sama. Bila negara memberikan hak istimewa kepada golongan tertentu berarti fungsi pemerataan kepada rakyat tidak berjalan.
8.      Mendorong berkembangnya usaha kecil dan menengah dan memberikan kesempatan yang sama dengan pengusaha besar baik dalam pendanaan, pasar, ketrampilan dan teknologi serta dalam hal regulasi. Bila diperlukan untuk melindungi hak mereka, pemerintah membuat undang-undnag perlindungan usaha kecil dan menengah. Ini perwujudan dari sifat pertengah pemerintah bahwa ia tidak condong dan mementingkan pada satu golongan tertentu.
9.      Mengelola secara efisien dan profesional terhadap Sumber daya alam yang dimilikinya dan digunakan untuk kemakmuran rakyat bukan sekelompok orang saja. Sumber daya yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat misalnya, minyak bumi, gas alam, hasil tambang (emas, nikel, aspal, bouksit dll).
10.   Dengan kemampuannya, negara (pemerintah) dapat memberikan subsidi kesehatan, pendidikan, dan sarana sosial lainnya, maka kebutuhan primer rakyat dapat terpenuhi. Jaminan sosial (social security) semacam ini jelas akan meningkatkan kesejahteraan golongan miskin dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
11.   Melakukan hubungan perdagangan internasional dengan berusaha meningkatkan sektor Ekspor

Kabijakan Pemerintah
Kebijakan Moneter (istilah lainnya kebijakan uang ketat ) adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan ( lebih baik ) dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.
Kebijakan Fiskal yaitu kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengolah / mengarahkan perekonomian ke kondisi yangb lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah peneriamaan dan pengeluaran pemerintah.
Kebijakan Fiskal mempunyai kebijakan yang sama dengan Kebijakan Moneter. Perbedaannya terletak pada isntrument kebijakannya. Jika dalam Kebijakan Moneter pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar, maka dalam Kebijakan Fiskal pemerintah mengendalikan penerimaan ( T ) dan pengeluaran ( G ).

ALIRAN PEMIKIRAN DALAM EKONOMI MAKRO

Ilmu ekonomi dianggap sebagai satu disiplin ilmu baru mulai 1776, yaitu semenjak ditulisnya sebuah buku oleh seorang ahli ekonomi bernama Adam Smith, buku tersebut berjudul An Inguiry Into The Mature and Causes of the Wealth of Nations. Semenjak itulah Adam Smith oleh ahli ilmu ekonomi disebut sebagi bapak Ilmu Ekonomi.
Sebetulnya penelaahan ekonomi sudah mulai dipelajari orang sejak Aristoteles (350 SM), namun penelaahan ekonomi pada waktu itu baru dipelajari pada tingkat yang sangat dasar, lebih bersifat filosofis. Kemudian pada tahun 1270, penelaahan ekonomi tersebut diusahakan untuk lebih dikembangkan lagi oleh Thomas Aquino dengn beberapa penambahan pemikiran yang bersumber dari buku injil. Tahun1758, Fransois Quesnay mencoba menjelaskan lebih jauh , namun sampai disini perkembangan ilmu ekonomi belum sampai membentuk disiplin ilmu ekonomi. Sampai zaman ini ekonomi desebut dengan fisiokrat.
Baru pada tahun 1776, munculah tokoh baru bernama Adam Smith yang berhasil mengangkat penelaahan ekonomi menjadi suatu disiplin ilmu ekonomi, semenjak itu ilmu ekonomi sangat banyak dirasa manfaatnya oleh manusia di dalam usaha mereka untuk meningkatkan arah hidup. Jadi perjalanan ilmu ekonomi melalui masa yang sangat panjang.
Ilmu ekonomi berkembang terus , gagasan Adam Smith tersebut menjadi dasar bagi ahli ekonomi berikutnya, seperti Thomas Malthus, David Ricardo, dan John Stuart Mill. Ahli ekonomi ini disebut dengan ahli ekonomi Klasik. Tradisi klasik diteruskan dan dikembangkan oleh mazhab Austria dan dieteruskan oleh Leon Walras, Alfred Marshall pada tahun 1890-an. Tradisi klasik ini menelorkan perkembangan bagian teori ekonomi yang dekenal sebagai ekonomi mikro.
Sisi lain dari perkembangan ilmu ekonomi yang berasal dari Adam Smith adalah cabang yang dikembangkan oleh Karl Marx dan dianut oleh negar-negara sosialis-komunis dan yang timbul belakangan di negara-negara yang menganut faham ekonomi liberal seperti golongan radikal atau golongan “New Left”. Pengertian tentang tradisi klasik yang menjadi sumber dari teori ekonomi mikro perlu benar-benar dicamkan karena pasti masih sering akan dijumpai.
Depresi ekonomi yang terjadi pada tahun 1930-an melahirkan ahli ekonomi baru, yaitu John Maynard Keynes,  dengan bukunya yang sangat terkenal : General Theory of Employment, Interest and Money  yang menjadi dasar bagi perkembangan teori ekonomi Makro. Jadi perkembangan ekonomi Makro dimulai setelah terbitnya buku tersebut, berbeda dengan kelompok Klasik (yang mendasarkan pada bekerjanya mekanisme pasar), maka Keynes mendasarkan pada campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.

Perkembnagan keadaan ekonomi yang pesat dan rumit menumbuhkan beberapa masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh alat-alat yang sudah dikembangkan oleh Klasik maupun Keynes, seperti masalah stagflasi, ketidakpastian masa depan, dinamika ekonomi, dsb. Karena itu sesudah Keynes berkembanglah bebrapa tunas-tunas baru yang tidak sepenuhnya Klasik atau Keynesian seperti kelompok Post keynesian Economist kelompok Monetarists, kelompok Rational  Exceptations serta kelompok yang menyangkut kebijakan ekonomi seperti kelompok Supply Side Economits.



MODEL EKONOMI MAKRO
Diagram Aliran Sirkuler
Diagram Aliran Sirkuler (Circular Flow Diagram) ialah model visual/diagram dari perekonomian yang menujukan bagaiman organisasi perekonomian. Keputusan-keputusan ekonomi dibuat oleh rumah tangga, perusahaan dan pemerintah. Rumah tangga, perusahaan dan pemerintah berinteraksi dalam pasar barang dan jasa, pasar uang dan lembaga keuangan, pasar tenaga kerja, pasar luar negeri.







 


















Model Keseimbangan Sintesis Klasik
            Dua asumsi paling penting dari model Kalsik ini yaitu; pertama, perekonomian tersusun dari pasar-pasar yang terstrukur persaingan sempurna. Kedua, uang bersifat netral. Fungsi produksi agregat dalam model Klasik yaitu; Y = f(K,L).

Model Keseimbangan Sintesis Keynesian Model Keseimbangan
            Dalam analisis model Keynes timbul dari akibat yang terjadi pada sector moneter. Dan menghasilkan keseimbanag yang besar pendapatan nasional (Y) dilihat dari besarnya konsumsi rumah tangga, investasi sector dunia usaha, pengeluaran pemerintah,serta ekspor dan inpor. Yaitu; Y = C+I+G (X-M).

Model Sintesis Klasik-Keynesian (Model Is-Lm)
Model ini menjelaskan bahwa kondisi keseimbangan ekonomi (keseimbangan umum) akan tercapai bila pasar barang-jasa dan pasar uang-modal secara simultan berada dalam keseimbangan. Dan beasumsikan pasar akan selalu dalam keseimbangan dan fungsi uang sebagai alat transaksi dan spekulasi. Keseimbangannya yaitu; Y = AE รณ C+S = C+I.

Rahardja,Prathama and Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi)(3rd ed), Jakarta, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,2008.



Kamis, 02 Desember 2010

Macam-Macam SHORTKEY

Shortkey

  1. CTRL+N - Membuat dokumen baru
  2. CTRL+O - Membuka dokumen.
  3. CTRL+S - Menyimpan dokumen yang sedang dibuka/diedit
  4. CTRL+W - Menutup dokumen. Jika dokumen belum disimpan, akan muncul kotak dialog yang menanyakan apakah dokumen ingin disimpan atau tidak.
  5. CTRL+ALT+S - Membagi (split) jendela dokumen menjadi dua bagian. Setelah mengetik CTRL+ALT+ S, klik pada posisi yang diinginkan.
  6. SHIFT+ALT+C - Menutup kembali jendela dokumen yang telah dibagi dua bagian / displit (CTRL+ALT+ S)
  7. CTRL+ALT+P - Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Print Layout. Lihat menu View
  8. CTRL+ALT+O - Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan outline. Lihat menu View
  9. CTRL+ALT+N - Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Normal. Lihat menu View
  10. ALT+R - Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Reading. Lihat menu View
  11. CTRL+F - Mencari teks atau objek spesial lainnya dalam dokumen
  12. ALT+CTRL+Y - Melanjutkan pencarian CTRL+F setelah kotak dialog pencarian ditutup
  13. CTRL+H - Mencari teks tertentu di dalam dokumen kemudian menimpanya/ menggantinya dengan teks lain
  14. CTRL+G - Cara singkat untuk menuju ke suatu halaman, bookmark, footnote, tabel, komentar (comment), gambar,atau ke lokasi tertentu lainnya.
  15. ALT+CTRL+Z - Pindah ke dokumen lain, atau ke bagian lain dalam dokumen, atau antar dokumen dengan email yang diedit di MS Word.
  16. PAGE UP atau PAGE DOWN - Pindah ke atas batas atau ke bawah batas halaman yang ditampilkan di monitor
  17. ALT+CTRL+PAGE UP - Pindah ke awal tampilan di monitor
  18. ALT+CTRL+PAGE DOWN - Pindah ke akhir tampilan di monitor
  19. CTRL+HOME - Pindah ke awal dokumen
  20. CTRL+END - Pindah ke akhir dokumen
  21. HOME - Pindah ke awal baris
  22. END - Pindah ke akhir baris
  23. CTRL+P - Cetak dokumen (membuka kotak dialog Print)
  24. ALT+CTRL+I atau CTRL+F2 - Pindah ke tampilan print preview atau sebaliknya ke tampilan standar Tombol arah / panah:
  25. PAGE UP atau PAGE DOWN - Pindah ke halaman sebelumnya atau sesudahnya dalam tampilan print preview
  26. CTRL+HOME - Pindah ke halaman pertama dalam tampilan print preview
  27. CTRL+END - Pindah ke halaman terakhir dalam tampilan print preview
  28. ALT+CTRL+F - Menambahkan footnote
  29. ALT+CTRL+D - Menambahkan endnote
  30. BACKSPACE - Menghapus satu karakter ke kiri
  31. CTRL+BACKSPACE - Menghapus satu kata ke kiri
  32. DELETE - Menghapus satu karakter ke kanan
  33. CTRL+DELETE - Menghapus satu kata ke kanan
  34. CTRL+X - Cut : Mengambil teks/gambar
  35. CTRL+C - Copy: menduplikat teks/gambar
  36. CTRL+V - Paste: menyisipkan teks/gambar yang telah di-cut atau di-copy.
  37. CTRL+F9 - Membuat sebuah field
  38. SHIFT+ENTER - Membuat baris baru
  39. CTRL+ENTER - Membuat halaman baru
  40. CTRL+SHIFT+ENTER - Membuat bagian dokumen baru
  41. CTRL+SHIFT+SPACEBAR - Membuat spasi yang tidak bisa dipisahkan
  42. ALT+CTRL+C - Simbol Copyright ( © )
  43. ALT+CTRL+R - Simbol Registered Trademark ( ® )
  44. ALT+CTRL+T - Simbol Trademark ( ™ )
  45. SHIFT+”KLIK MOUSE” - Menyorot teks. Tekan tombol SHIFT (jangan dulu dilepas) lalu tekan tombol tanda panah atau klik di tempat yang diinginkan
  46. ESC - Mengakhiri mode penyorotan.
  47. SHIFT+HOME - Menyorot hingga ke awal baris
  48. SHIFT+END - Menyorot hingga ke akhir baris
  49. SHIFT+PAGE DOWN - Menyorot hingga satu layar ke bawah
  50. SHIFT+PAGE UP - Menyorot hingga satu layar ke atas
  51. CTRL+SHIFT+HOME - Menyorot hingga ke awal dokumen
  52. CTRL+SHIFT+END - Menyorot hingga ke akhir dokumen
  53. ALT+CTRL+SHIFT+PAGE UP - Menyorot hingga ke awal tampilan di monitor
  54. ALT+CTRL+SHIFT+PAGE DOWN - Menyorot hingga ke akhir tampilan di monitor
  55. CTRL+A - Menyorot seluruh isi dokumen
  56. TAB - Menyorot isi sel berikutnya dalam tabel
  57. SHIFT+TAB - Menyorot isi sel sebelumnya dalam tabel
  58. CTRL+”panah kiri” - Pindah satu karakter/huruf ke kiri
  59. CTRL+”panah kanan” - Pindah satu karakter/huruf ke kanan
  60. CTRL+”panah atas” - Pindah satu paragraf ke atas
  61. CTRL+”panah bawah” - Pindah satu paragraf ke bawah
  62. END - Pindah ke akhir baris
  63. HOME - Pindah ke awal baris
  64. ALT+CTRL+PAGE UP - Pindah ke awal tampilan di monitor
  65. ALT+CTRL+PAGE DOWN - Pindah ke akhir tampilan di monitor
  66. PAGE UP - Pindah satu halaman ke atas
  67. PAGE DOWN - Pindah satu halaman ke bawah
  68. CTRL+PAGE DOWN - Pindah ke awal halaman berikutnya
  69. CTRL+PAGE UP - Pindah ke awal halaman sebelumnya
  70. CTRL+END - Pindah ke akhir dokumen
  71. CTRL+HOME - Pindah ke awal dokumen
  72. TAB - Pindah satu sel ke kanan (dalam tabel)
  73. SHIFT+TAB - Pindah satu sel ke kiri (dalam tabel)
  74. ALT+HOME - Pindah ke sel paling kiri (dalam tabel)
  75. ALT+END - Pindah ke sel paling kanan (dalam tabel)
  76. ALT+PAGE UP - Pindah ke sel paling atas dalam satu kolom (dalam tabel)
  77. ALT+PAGE DOWN - Pindah ke sel paling bawah dalam satu kolom (dalam tabel)
  78. “panah atas” - Pindah ke baris sebelumnya/atas (dalam tabel)
  79. “panah bawah” - Pindah ke baris sesudahnya/bawah (dalam tabel)
  80. CTRL+SHIFT+C - Meng-copy / menduplikat "FORMAT" dari teks
  81. CTRL+SHIFT+V - Menyisipkan format teks setelah di CTRL+SHIFT+C
  82. CTRL+SHIFT+F - Merubah jenis huruf
  83. CTRL+SHIFT+P - Merubah ukuran huruf
  84. CTRL+SHIFT+> - Memperbesar ukuran huruf
  85. CTRL+SHIFT+< - Memperkecil ukuran huruf
  86. CTRL+] - Memperbesar ukuran huruf 1 poin
  87. CTRL+[ - Memperkecil ukuran huruf 1 poin
  88. CTRL+D - Mengubah format huruf. Ini akan memunculkan kotak dialog yang berkaitan dengan pemformatan huruf secara lengkap.
  89. SHIFT+F3 - Mengubah efek-efek pada teks. Untuk kembali ke efek yang semula, cukup tekan lagi SHIFT+F3 sampai kembali ke semula
  90. CTRL+SHIFT+A - Mem-format teks menjadi huruf kapital semuanya
  91. CTRL+B - Menebalkan teks. Contoh: Ini tebal
  92. CTRL+U - Menambahkan garis bawah. Contoh: ini garis bawah
  93. CTRL+SHIFT+W - Menambahkan garis bawah hanya pada teksnya saja, bukan pada spasi antar kata. Contoh: ini garis bawah
  94. CTRL+SHIFT+D - Menambahkan garis bawah dobel. Contoh: ini garis bawah
  95. CTRL+SHIFT+H - Memformat teks menjadi tidak terlihat (hilang)
  96. CTRL+I - Memiringkan teks
  97. CTRL+SHIFT+K - Memformat teks menjadi huruf kecil semuanya
  98. CTRL + ”=” - Menempatkan teks pada posisi pangkat bawah
  99. CTRL + SHIFT + “+” - Menempatkan teks pada posisi pangkat atas. Contoh: 52 = 25
  100. CTRL+SPACEBAR - Menghilangkan format yang telah dilakukan
  101. CTRL+SHIFT+Q - Mengubah teks menjadi berjenis huruf simbol
  102. CTRL + SHIFT + * - Menampilkan huruf-huruf yang tidak terlihat atau yang tidak dapat dicetak
  103. CTRL+1 - Menerapkan jarak antar baris 1 spasi
  104. CTRL+2 - Menerapkan jarak antar baris 2 spasi
  105. CTRL+5 - Menerapkan jarak antar baris 1.5 spasi
  106. CTRL+0 - Menambahkan/menghilangkan jarak 1 spasi pada awal paragraf
  107. CTRL+E - Membuat teks menjadi rata tengah
  108. CTRL+J - Membuat teks menjadi rata kiri dan kanan
  109. CTRL+L - Membuat teks menjadi rata kiri
  110. CTRL+R - Membuat teks menjadi rata kanan
  111. CTRL+M - Menambah margin pada sebelah kiri
  112. CTRL+SHIFT+M - Menghilangkan tambahan margin kiri setelah di
  113. CTRL+M
  114. CTRL+T - Menambahkan indent menggantung
  115. CTRL+SHIFT+T - Mengurangi jarak indent menggantung
  116. CTRL+Q - Menghilangkan semua format yang telah dilakukan sehingga menjadi biasa / tanpa pemformatan
  117. CTRL+SHIFT+S - Mengubah style teks
  118. ALT+CTRL+K - Memulai AutoFormat
  119. CTRL+SHIFT+N - Menerapkan style Normal
  120. ALT+CTRL+1 - Menerapkan style Heading 1
  121. ALT+CTRL+2 - Menerapkan style Heading 2
  122. ALT+CTRL+3 - Menerapkan style Heading 3
  123. CTRL+SHIFT+L - Menerapkan style List / daftar
  124. ALT+SHIFT+K - Menampilkan sebuah mail merge
  125. ALT+SHIFT+N - Menggabungkan dokumen
  126. ALT+SHIFT+E - Mengedit data dokumen mail merge
  127. ALT+SHIFT+F - Memasukkan sebuah field mail merge
  128. ALT+SHIFT+D - Memasukkan field tanggal (Date)
  129. ALT+CTRL+L - Memasukkan field daftar (List)
  130. ALT+SHIFT+P - Memasukkan field nomor halaman
  131. ALT+SHIFT+T - Memasukkan field waktu (jam / Time)
  132. CTRL+F9 - Memasukkan field kosong
  133. CTRL+SHIFT+F7 - Mengupdate informasi-informasi yang saling berkaitan di dalam dokumen sumber sebuah mail merge
  134. F9 - Mengupdate field yang sedang ditunjuk kursor saat itu
  135. CTRL+SHIFT+F9 - Menghilangkan hubungan sebuah link
  136. SHIFT+F9 - Melihat sebuah field dengan hasilnya (secara bergantian)
  137. ALT+F9 - Melihat semua field beserta hasilnya (secara bergantian)
  138. ALT+SHIFT+F9 - Menjalankan GOTOBUTTON atau MACROBUTTON dari field yang sedang dilihat hasilnya
  139. F11 - Pindah ke field berikutnya
  140. SHIFT+F11 - Pindah ke field sebelumnya
  141. CTRL+F11 - Mengunci field
  142. CTRL+SHIFT+F11 - Membuka /menghilangkan kunci field yang terkunci
  143. F1 - Membuka panduan micros#ft Word
  144. F2 - Memindahkan teks/gambar. Pilih dulu (sorot) teks yg akan dipindahkan, tekan F2, klik pada posisi dimana teks tersebut akan dipindahkan, tekan ENTER
  145. F3 - Memasukkan AutoText
  146. F4 - Mengulangi proses / pengetikan yang terakhir dilakukan
  147. F5 - Membuka kotak dialog pencarian (cara singkat menuju bagian tertentu di dalam dokumen)
  148. F6 - Menuju ke frame / panel berikutnya
  149. F7 - Membuka kotak dialog Spelling and Grammar
  150. F8 - Menghidupkan mode penyorotan, yaitu menyorot teks tanpa menggunakan tombol SHIFT. Caranya: tekan F8 satu kali, lalu tekan tombol panah ke arah yang anda inginkan. Untuk mengakhiri mode penyorotan, tekan ESC. Jika anda tekan F8 dua kali, secara otomatis akan menyorot satu kata, jika tekan F8 tiga kali akan menyorot satu kalimat, dan seterusnya. Untuk mengurangi ukuran penyorotan, tekan SHIFT+F8. Jangan lupa menekan ESC untuk mengakhiri mode penyorotan.
  151. F9 - Mengupdate field yang dipilih / disorot
  152. F10 - Mengaktifkan bar menu untuk diakses oleh keyboard
  153. F11 - Menuju ke field berikutnya
  154. F12 - Menyimpan dokumen dengan nama baru. Ini sama dengan meng-klik menu File, Save As.
  155. CTRL+F2 - Pindah ke tampilan print preview atau sebaliknya ke tampilan standar CTRL+F3 Mengambil teks untuk Autotext
  156. CTRL+F4 - Menutup jendela dokumen (sekaligus menutup dokumen)
  157. CTRL+F5 - Mengembalikan (restore) ukuran jendela dokumen setelah di maximize
  158. CTRL+F6 - Pindah ke dokumen lain (jika membuka lebih dari satu file dokumen Word)
  159. CTRL+F7 - Menjalankan perintah Move (shortcut untuk title bar)
  160. CTRL+F8 - Menjalankan perintah Size (shortcut untuk title bar)
  161. CTRL+F9 - Membuat sebuah field untuk karakter spesial (simbol)
  162. CTRL+F10 - Membuat jendela micros#ft Word menjadi berukuran Maximize
  163. CTRL+F11 - Mengunci field pada mail merge
  164. CTRL+F12 - Membuka file dokumen Word. Ini sama dengan mengklik menu File, Open.
  165. SHIFT+F1 - Menampilkan detail format yang diberlakukan pada teks (Reveal Formatting)
  166. SHIFT+F2 - Menduplikat (copy) teks
  167. SHIFT+F3 - Mengubah efek-efek pada teks. Untuk kembali ke efek yang semula, cukup tekan lagi SHIFT+F3 sampai kembali ke semula
  168. SHIFT+F4 - Mengulangi /melanjutkan proses pencarian Find atau GoTo
  169. SHIFT+F5 - Meletakkan kursor pada posisi teks yang terakhir kali dilakukan perubahan
  170. SHIFT+F6 - Menuju ke frame / panel sebelumnya
  171. SHIFT+F7 - Membuka kotak dialog Thesaurus
  172. SHIFT+F8 - Menghilangkan tanda penyorotan / seleksi
  173. SHIFT+F9 - Melihat sebuah field dengan hasilnya (secara bergantian)
  174. SHIFT+F10 - Memperlihatkan menu klik kanan pada posisi kursor
  175. SHIFT+F11 - Pindah ke field sebelumnya
  176. SHIFT+F12 - Menyimpan dokumen. Ini sama dengan mengklik menu File, Save
  177. ALT+F1 - Meletakkan kursor pada field berikutnya. Field di sini bisa berupa teks yang mengandung link, ataupun teks-teks tertentu lainnya
  178. ALT+F3 - Membuat sebuah entry AutoText
  179. ALT+F4 - Keluar dari program aplikasi micros#ft Word
  180. ALT+F5 - Mengembalikan ukuran jendela micros#ft Word jika sedang maximize.
  181. ALT+F7 - Mencari kesalahan dalam penulisan. Ini bisa berfungsi jika kotak cek “Check spelling as you type” diaktifkan
  182. ALT+F8 - Menjalankan sebuah macro.
  183. ALT+F9 - Melihat semua field beserta hasilnya (secara bergantian)
  184. ALT+F10 - Memaksimalkan (maximize) tampilan jendela program micros#ft Word
  185. ALT+F11 - Menampilkan jendela penulisan kode micros#ft Visual Basic
  186. CTRL+SHIFT+F3 - Menuliskan isi dari Spike (entry AutoText spesial)
  187. CTRL+SHIFT+F5 - Mengedit bookmark. (membuka kotak dialog bookmark)
  188. CTRL+SHIFT+F6 - Pindah ke jendela dokumen yang lain (jika pada saat bersamaan, membuka lebih dari satu file Word)
  189. CTRL+SHIFT+F7 - Mengupdate informasi-informasi yang saling berkaitan di dalam dokumen sumber sebuah mail merge
  190. CTRL+SHIFT+F8 - kemudian tekan tombol panah Menyorot teks secara vertikal
  191. CTRL+SHIFT+F9 - Menghilangkan hubungan sebuah link
  192. CTRL+SHIFT+F11 - Membuka /menghilangkan kunci field yang terkunci
  193. CTRL+SHIFT+F12 - Membuka kotak dialog Print. Sama dengan CTRL+P
  194. CTRL+ALT+F1 - Menampilkan informasi mengenai komputer yang sedang digunakan.
  195. CTRL+ALT+F2 - Membuka file dokumen Word. Ini sama dengan meng-klik menu File, lalu Open.
  196. ALT+SHIFT+F1 - Meletakkan kursor pada field sebelumnya. Field di sini bisa berupa teks yang mengandung link, ataupun teks-teks tertentu lainnya
  197. ALT+SHIFT+F2 - Menyimpan dokumen yang sedang dibuka/diedit. Ini sama dengan meng-klik menu File, lalu Save.
  198. ALT+SHIFT+F9 - Menjalankan GOTOBUTTON atau MACROBUTTO dari field yang sedang dilihat hasilnya
  199. ALT+SHIFT+F10 - Menampilkan menu atau pesan untuk smart tag.
  200. ALT+SHIFT+F11 - Menjalankan microsft Script Editor.

ATRIBUT PRODUK

ATRIBUT PRODUK
1. Definisi Merek adalah nama, tanda, simbol, desain atau kombinasi hal-hal tersebut yang ditujukan untuk mengidentifikasi (membedakan) batang atau layanan satu penjual dan barang serta layanan penjual lain (kotler, 2001). Contohnya, yaitu:


2. Definisi Nama Merek ialah sebuah tulisan yang menjadi identitas suatu produk. Contohnya, yaitu :

3. Definisi Logo (Isyarat, Emblem, lambang, Simbol, Juga Bendera) adalah unsur grafik bagi tanda niaga atau jenama, yang diset dalam font/jenis taip khas, atau diatur dalam bentuk tertentu, dan boleh dikenali. Bentuk, warna, jenis taip, dll. Perlulah jelas berbeda dari yang lain dalam pasaran yang sama5. Contohnya, yaitu:

4. Definisi Merek Dagang ialah suatu identitas dari produk. Contohnya, yaitu :

5. Definisi Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas. Contohnya, yaitu:

referensi dari :
http://id.wikipedia.org/wiki/logo
http://id.wikipedia.org/wiki/hak_cipta
http://asksalman19.blogspot.com/2010/07/cara-membuat-simbol-logo-tm-registered.html
Gambar-gambar yang ada di atas merupakan hasil dari gambar search engine google pada oktober 2010.